Skr - TS
IMPLEMENTASI PASIR VULKANIK SUNGAI CODE TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL
Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung api terbanyak di muka bumi. Sedikitnya 129 gunung api aktif di Indonesia terbentang dari Sumatra hingga
Maluku, hal ini disebabkan lantaran Indonesia terletak di kawasan ring of fire. Gunung berapi yang akhir-akhir ini mengalami erupsi diantaranya adalah Gunung
Merapi. Terdapat lebih dari 140 juta kubik material vulkanik erupsi Gunung Merapi telah memenuhi hulu-hulu sungai di sektor selatan, barat daya, barat, dan
tenggara. Reaksi bahaya sekunder erupsi Gunung Merapi berupa banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi diantaranya Sungai
Code yang lintasanya langsung menusuk jantung Kota Yogyakarta. Pasir yang melimpah tersebar di wilayah Sungai Code tersebut secara optimal belum
diketahui sifat dan kekuatannya jika digunakan sebagai agregat halus pada campuran beton normal, sehingga perlu diteliti sebelum digunakan sebagai bahan
penyusun beton normal.
Penelitian ini menggunakan metode pengujian labotarium dengan variasi sumber material pasir Sungai Code akibat banjir material vulkanik Gunung
Merapi di daerah Kecamatan Pakem, Kecamatan Ngaglik, Kecamatan Jetis dan sebagai pembanding digunakan pasir Sungai Progo, Kulon Progo sebagai agregat
halus pada campuran beton dan agregat kasar yang berasal dari Clereng Kulon Progo. Pembuatan benda uji sebanyak 12 buah berupa silinder beton dengan kuat
tekan rencana beton normal 20 MPa berdasarkan SNI 03-2834-2000 dan pengujian kuat tekan dilakukan setelah beton berumur 28 hari.
Hasil yang didapatkan adalah 31,03 MPa pada nilai slump 2,5 cm, fas 0,53 dengan perbandingan berat 1:1,90:3,57 untuk benda uji dengan pasir Sungai Code
dari Kecamatan Pakem 10,25 Km dari hulu Gunung Merapi, 32,25 MPa pada nilai slump 2 cm, fas 0,54 dengan perbandingan berat 1:1,90:3,58 untuk benda uji
dengan pasir Sungai Code dari Kecamatan Ngaglik 20,50 Km dari hulu Gunung Merapi, 29,82 MPa pada nilai slump 2,8 cm, fas 0,53 dengan perbandingan berat
1:1,88:3,52 untuk benda uji dengan pasir Sungai Code dari Kecamatan Jetis 30,75 Km dari hulu Gunung Merapi, 29,74 MPa pada nilai slump 3 cm, fas 0,53 dengan
perbandingan berat 1:1,88:3,50 untuk benda uji dengan pasir dari Kulon Progo.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain