Skr - TS
PEMANFAATAN PASIR MATERIAL VULKANIK MERAPI KALI CODE TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PERBANDINGAN VOLUME 1:2:3
Merapi adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Erupsi gunung Merapi berupa banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di Merapi, salah satunya adalah Kali Code yang lintasanya langsung menusuk jantung Kota Yogyakarta yang terdapat banyak endapan pasir hasil erupsi Merapi. Pasir yang melimpah tersebar di wilayah Kali Code tersebut secara optimal belum diketahui sifat dan kekuatannya jika digunakan sebagai bahan penyusun beton, sehingga perlu diteliti sebelum digunakan sebagai bahan penyusun beton. Penelitian ini menggunakan metode pengujian labotarium dengan variasi sumber material pasir vulkanik Kali Code akibat banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi di daerah Kecamatan (Pakem, Ngaglik, dan Jetis) dengan pasir Kali Progo sebagai pembanding pada campuran beton dan agregat kasar yang berasal dari Clereng Kulon Progo. Campuran beton yang digunakan berdasarkan perbandingan volume dengan 2 variasi factor air semen yaitu 0,5 dan 0,6. Pembuatan benda uji sebanyak 24 buah berupa silinder beton dan pengujian kuat tekan dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Dari hasil pengujian laboratorium didapat berat jenis pasir Kali Code akibat banjir material vulkanik lebih besar dari pasir Kali Progo yang merupakan pasir non vulkanik. Penyerapan pasir Kali Code berkisar antara 1,18 % - 1,69 %, sedangkan pasir Kali Progo sebesar 1,86 %. Modulus halus butir (MHB) pasir Kali Code berkisar antara 2,14 - 2,41, sedangkan pasir kali Progo sebesar 2,296. Berat isi pasir Kali Code lebih besar dari pasir Kali Progo. Kandungan sulfat (SO4) pasir Kali Code berkisar antara 4.334 % - 4,557 %. Kuat tekan beton menggunakan pasir Kali Code lebih tinggi dibandingkan dengan pasir Kali Progo.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain