EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN SIMPANG MEDANG-NANGA MAU KABUPATEN SINTANG-KALIMANTAN BARAT
Jaringan jalan raya merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan sangat penting dalam sektor perhubungan terutama untuk kesinambungan
distribusi barang dan jasa, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan/peningkatan. Peningkatan jalan adalah salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lalu lintas.
Permasalahan lalu lintas yang dimaksud adalah Kerusakan jalan. Salah satu contoh adalah pada ruas jalan Simpang Medang-Nanga Mau Kabupaten Sintang Kalimantan Barat yang mengalami kerusakan berat antara lain retak, amblas dan berlubang, dengan demikian perlu diadakan penelitian kerusakan jalan guna mengetahui penyebab kerusakan jalan pada ruas jalan tersebut sehingga akan diperoleh alternatif penanganannya.
Penelitian diawali dari pengumpulan data primer dengan pengambilan sampel tanah dan sampel perkerasan pada Sta. 17+300 yang selanjutnya akan diuji di
Laboratorium Universitas Janabadra Yogyakarta. Data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait, yaitu Badan Pusat Statistik dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Sintang Kalimantan Barat di Sub Bidang Bina Marga.
Hasil penelitian didapat tanah dasar golongan A-7-6 (AASHTO), CBR 7,60, pengembangan tanah dasar 5% , lapis permukaan ATB dengan kadar aspal 5,502% dan
lalu lintas yang lewat mayoritas kendaraan berat. ITP 7,7 lebih besar dari ITP yang ada sehingga jalan harus di overlay. Melihat hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan disebabkan pengembangan tanah dasar melebihi ketentuan yang ditetapkan Dirjen Bina Marga PB-0113-76 yaitu 3% dan ITP yang ada lebih kecil dari ITP seharusnya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain