Skr - TS
PEMANFAATAN MATERIAL SUNGAI CODE D.I YOGYAKARTA SEBAGAI AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR UNTUK BAHAN PEMBUATAN BETON
Daerah sungai merupakan daerah yang kaya akan pasir, namun demikian dalam penggunaannya dianjurkan untuk diteliti terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan pembuatan beton. Hal ini disebabkan karena sifat-sifat pasir yang mengikat kandungan air dari udara yang berakibat kelembaban pada beton, partikel pasir yang halus dan kandungan kimia yang dapat merusak beton. Karena pasir yang melimpah dari hasil erupsi (lahar dingin) gunung merapi merupakan material baru yang baru saja dikeluarkan dari perut bumi, maka perlu diketahui sifat-sifatnya agar dalam penggunaannya oleh masyarakat tidak terlalu dirugikan. Untuk daerah yang banyak memiliki tambang pasir selain pasir sungai, adalah bukan suatu masalah dalam menyediakan sarana dan prasarana fisik untuk kebutuhan masyarakatnya, dimana dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana tersebut sebagian besar komponen bangunan terbuat dari beton.
Pada penelitian ini menggunakan pasir Sungai Code Yogyakarta sebagai agregat halus dan agregat kasar pada campuran beton, dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder dan tinggi 30 cm dan berdiameter 15 cm. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui kuat tekan yang dihasilkan dari proporsi campuran tersebut, berdasarkan perbandingan volume dan variasi beberapa faktor air semen yaitu FAS 0,5 dan FAS 0,6. Pada pengujian ini perawatan beton dilakukan selama 28 hari mulai dari tanggal pembuatan benda uji sampai waktu pengujian. Pengujian kuat tekan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu setelah beton berumur 7 hari dan 28 hari.
Hasil yang didapatkan adalah untuk FAS 0,5 memiliki kuat tekan minimum sebesar 9,695 MPa pada umur 7 hari dan kuat tekan maksimum sebesar 11,712 MPa, pada umur 28 hari kuat tekan minimum mencapai 18,038 MPa dan maksimum sebesar 26,976 dengan nilai slump yang ada sebesar 3,5 cm dan untuk FAS 0,6 dengan kuat tekan minimum sebesar 8,566 MPa pada umur 7 hari dan kuat tekan maksimum sebesar 10,728 MPa, pada umur 28 hari kuat tekan minimum mencapai 15,392 MPa dan kuat tekan maksimum mencapai 18,654 MPa dengan nilai slump sebesar 5 cm.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain