ANALISIS CURAH HUJAN UNTUK MEMBUAT KURVA INTENSITAS DURASI DAN FREKUENSI (IDF) DI KABUPATEN SLEMAN
Perencanaan saluran drainase, bendungan, dan lain-lain memerlukan data masukan curah hujan. Perhitungan debit banjir rencana dengan metode rasional untuk perancangan bangunan hidrologi memerlukan data intensitas hujan dalam durasi dan periode ulang tertentu yang dapat diperoleh dari kurva Intensitas Durasi dan Frekuensi (IDF). Kurva IDF yang digunakan saat ini untuk Kabupaten Sleman adalah Kurva lama yang masih dalam bahasa Belanda. Berdasarkan stasiun penakar air hujan yang ada saat ini dan akibat adaya perubahan pola curah hujan perlu dibuat kurva IDF yang nantinya lebih tepat untuk perencanaan hidrologi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis curah hujan dengan membuat kurva IDF yang baru di Kabupaten Sleman. Dengan pembuatan kurva IDF diharapkan dipakai sebagai dasar untuk menghitung kapasitas debit hujan maksimum dan menghitung banjir rencana. kurva IDF dapat digunakan untuk perencanan DAS, perencanaan saluran drainase dan untuk perencanaan bangunan hidrologi di Kabupaten Sleman.
Penelitian ini menggunakan data curah hujan harian di Kabupaten Sleman dari tahun 1993 sampai tahun 2005. Tahapan dalam penelitian ini adalah menghitung hujan daerah dengan metode polygon Thiesen, menetukan jenis distribusi yang sesuai untuk menghitung hujan rancangan dengan kala ulang 2, 5 dan 100 tahun, kemudian menghitung intensitas hujan untuk menggambar kurva IDF.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan rata-rata maksimum harian di Kabupatan Sleman dengan metode polygon Thiessen dari tahun 1993 sampai tahun 2005 sebesar 99,01; 59,93; 93,19; 68,11; 54,57; 60,70; 50,98; 55,65; 39,71; 62,54; 71,14. Pola distribusi curah hujan harian maksimum di Kabupaten Sleman mengikuti distribusi log normal. Berdasarkan analisis frekuensi untuk curah hujan rerata maksimum harian di Kabupaten Sleman dari tahun 1993 sampai tahun 2005 ternyata intensitas hujan rancangan untuk periode ulang 2, 5, dan 100 tahun adalah 62,5461, 77,822, 114,683. Setelah dilakukan penggambaran, kurva IDF Kabupaten Sleman untuk kala ulang 2, 5,dan 100 tahun dengan rumus Mononobe mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 332,3252 t -0,6667, I5 = 413,4911 t -0,6667, I100 = 609,3444 t -0,6667. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Talbot untuk kala ulang 2, 5,dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 298,2911 t -0,6449, I5 = 371,1497 t -0,6449, I100 = 546,9455 t -0,6449. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Sherman untuk kala ulang 2, 5,dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 307,893 t -0,6539, I5 = 383,0893 t -0,6539, I100 = 564,5469 t -0,6539. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Ishiguro untuk kala ulang 2, 5,dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 =388,9643 t -0,7095, I5 = 486,5894 t -0,7095, I100 = 716,2190 t -0,7095.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain