PENGARUH PENGGUNAAN ASPAL BUTON TIPE RETONA BLEND 55 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA CAMPURANn HRS-B DITINJAU DARI SIFATt MARSHALL
INTISARI
Aspal merupakan bahan dasar dari struktur perkerasan yang biasanya dipakai untuk pembangunan jalan raya. Penggunaan aspal dimodifikasi dengan aspal alam
sebagai alternatif lain untuk meningkatkan kualitas campuran. Aspal alam adalah material aspal yang langsung keluar dari perut bumi tanpa melalui proses produksi
pabrikan. Biasanya aspal dimodifikasi dengan aspal alam dengan tujuan menghemat ketergantungan terhadap aspal keras penetrasi yang terlalu berlebihan dan untuk
meneliti kelebihan dari aspal yang dimodifikasi dengan aspal alam.
Dalam penelitian ini campuran HRS-B menggunakan 5 variasi kadar aspal yaitu 6,0%, 6,5%, 7,0%, 7,5%, dan 8,0%. Benda uji dibuat 15 benda uji menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan 15 benda uji menggunakan aspal yang dimodifikasi dengan aspal alam dengan setiap kadar aspal dibuat 3 benda uji. Hasil campuran HRS-B konvensional sebagai pembanding dengan campuran HRS-B Aspal Buton Tipe Retona Blend 55 diuji sifat Marshallnya untuk mengetahui perbedaan kadar aspal optimumnya, Density, VMA, VFA, VIM, Stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient.
Dari hasil penelitian didapat campuran HRS-B dengan kadar aspal optimumnya untuk aspal konvensional dengan nilai 7,833% untuk aspal buton tipe retona blend 55 dengan nilai 7,984%. Berdasarkan kadar aspal optimum untuk aspal konvensional didapat sifat Marshall berturut-turut dengan nilai density 2,318gr/cc, nilai VMA 19,622%, nilai VFA 83,298%, nilai VIM 2,465%, nilai stabilitas 1193,182 kg, nilai flow 5,169 mm, nilai Marshall Quotient 229,293 kg/mm. pada aspal buton tipe retona blend 55 didapat sifat Marshall berturut-turut dengan nilai density 2,262gr/cc, nilai VMA 21730%, nilai VFA 68,404%, nilai VIM 6,209%, nilai stabilitas 1468,182 kg, nilai flow 5,325 mm, nilai Marshall Quotient 279,798 kg/mm. Melihat hasil di atas dapat disimpulkan bahwa Aspal Buton Tipe Retona Blend 55 pada campuran HRS-B dapat meningkatkan stabilitas sebesar 18,731% sedang di brosur stabilitas naik hingga 30% dari aspal konvensional jadi masih perlu diadakan penelitian yang lebih Mendalam agar mendapatkan hasil yang diinginkan sehingga dapat memenuhi standar spesifikasi Depkimpraswil.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain