<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20729">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI DERAJAT PENGAPIAN TERHADAP UNJUK KERJA MESIN 4 TAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITORUS, Leydon Franja</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>UJB - Fak. Teknik / Teknik Mesin</publisher>
  <dateIssued>2010</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>71h.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Salah satu metode dalam meningkatkan unjuk kerja mesin bensin adalah dengan mengatur derajat pengapian yang berhubungan dengan penempatan titik penyalaan pada saat proses pembakaran. Penempatan titik penyalaan yang tepat, dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengoptimalkan energi dari pembakaran, yang berpengaruh terhadap prestasi suatu mesin. Penelitian yang dilakukan adalah dalam bentuk eksperimen, dimana derajat pengapian standar dikomparasi dengan derajat pengapian yang dimajukan 3Â° dan 6Â° dari titik standarnya, berdasarkan dari nilai Torsi dan Daya, serta konsumsi bahan bakar dari mesin bensin pada dynotester. Dari penelitian yang dicapai oleh derajat pengapian yang dimajukan 6Â° dari titik standarnya, diperoleh nilai Torsi maksimum sebesar 7,90 N.m, pada putaran mesin antara 6000-6500 Rpm, Daya maksimum yang dihasilkan sebesar 7,3 Hp pada putaran mesin 7796 Rpm, serta laju konsumsi bahan bakar lebih rendah 8,9% dibanding derajat pengapian standar pada putaran 5000,7000,dan 9000 Rpm.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Topik umum tentang teknik mesin</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA JL. Tentara Rakyat Mataram No. 55 - 57 Yogyakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="214" url="" path="/Leydon Franja Sitorus - 04320005.swf" mimetype="application/x-shockwave-flash">PENGARUH VARIASI DERAJAT PENGAPIAN TERHADAP UNJUK KERJA MESIN 4 TAK</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20729</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2011-10-12 11:02:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2011-10-12 11:02:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>