Jur - TS
STUDI ANGKUTAN PERBATASAN KULON PROGO – JAWA TENGAH
INTISARI
Angkutan umum perbatasan adalah angkutan masal yang melayani pergerakan antara dua wilayah atau kecamatan yang berbatasan langsung pada kabupaten atau kota lainnya baik yang melalui satu propinsi maupun lebih dari satu propinsi. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara administratif berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Tengah, dimana kabupaten yang berbatasan adalah Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman. Prasarana tranportasi jalan telah mendukung sepenuhnya untuk aksesibilitas antar wilayah. Namun demikian angkutan umum di wilayah perbatasan masih sangat memprihatinkan dengan berbagai kondisi minim khususnya yang didukung oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelayanan angkutan perbatasan yang ada di Kabupaten Kulon Progo baik jaringan trayek, jumlah armada dan komposisinya dalam kondisi nyata sekarang.
Data-data primer berupa asal-tujuan, persepsi dan karakteristik angkutan perbatasan didapat dari survei di atas angkutan perbatasan maupun tempat-tempat yang sering digunakan untuk naik-turun penumpang (pasar, sekolah, perumahan) yang bisa mewakili tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, sedangkan data sekunder didapat dari wawancara dengan instansi pemerintah serta pihak-pihak lain yang terkait (pemilik, sopir, koperasi, dll) guna mendukung data hasil survey kemudian dianalisis.
Kondisi angkutan perbatasan di Kulon Progo – Jawa Tengah sudah sangat mengkhawatirkan. Sesuai dengan Kesepakatan Bersama Kepala Dinas LLAJ Propinsi Jateng dengan Kepala Dinas LLAJ Propinsi DI. Yogyakarta Nomor: 5512/5689/1995 tanggal 28 November 1995 yang tersisa tinggal 4 trayek dengan catatan 1 trayek yakni Wates – Pangkalan lebih mengarah sebagai angkutan pedesaan. Pola pergerakan penumpang antar kecamatan masih dapat dilayani oleh angkutan perbatasan dengan karakteristik penumpang didominasi oleh pelajar/mahasiswa. Pergerakan asal tujuan penumpang di tiap lokasi studi secara keseluruhan telah mampu diakomodir oleh angkutan perbatasan. Kinerja umum angkutan perbatasan di wilayah Kulon Progo memiliki load faktor berkisar antara 17 % - 57 % dengan jumlah penumpang naik berkisar antara 7 sampai 44 orang
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain