Skr - TM
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL PENGELASAN LISTRIK PADA BAJA KARBON SEDANG
ABSTRAK
Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan
menggunakan panas. Panas yang di gunakan untuk mencairkan dasar dan bahan
pengisi agar terjadi aliran bahan atau terjadi peleburan. Proses pengelasan yang
paling umum, terutama untuk mengelas baja memakai energi listrik sebagai sumber
panas yang paling banyak digunakan adalah busur listrik ( nyala).
Pelat baja karbon sedang dibuat spesimen untuk dilakukan pengujian keausan,
pengujian kekerasan, pengujian metalografi. Setelah dibuat spesimen dengan ukuran
30mm X 30mm dengan jumlah spesimen 9 kemudian dilakukan pengelasan Listrik.
Untuk 3 spesimen tanpa pengelasan, 3 spesimen dilakukan pengalasan listrik dan
media pendinginnya air laut, dan 3 spesimen dilakukan pengelasan listrik dengan
media pendingin air tawar.
Hasil penelitian keausan baja karbon sedang yang dilas listrik dengan media
pendingin air laut, lebih tahan aus dibanding dengan media pendingin air tawar.
Untuk hasil pengujian kekerasan baja karbon sedang yang dilas dan media pendingin
air tawar lebih keras dibandingkan menggunakan media pendingin air laut. Dari hasil
uji metalografi struktur pada masing-masing logam yang dilas mengggunakan media
pendingin air laut, struktur perlit yang terbentuk lebih rapat sehingga tidak
menimbulkan pertumbuhan butir baru, sedangkan untuk logam las dengan media
pendingin air tawar, struktur ferrte lebih lebar sehingga dapat terjdi pertumbuhan
butir baru.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain