PERANCANGAN ULANG GEDUNG KULIAH UMUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA DENGAN DAKTILITAS PENUH
INTISARI
Pembangunan Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Indonesia merupakan proyek pembangunan sarana prasana kampus dalam menunjang kegiatan perkuliahan umum. Gedung ini tidak simetris dan terletak di wilayah Yogyakarta yang termasuk dalam zona wilayah gempa 3 yang berarti rawan terhadap gempa, apalagi sebagian tanah di Yogyakarta adalah jenis tanah lunak, sehingga seorang perencana struktur bangunan harus menguasai dengan benar tentang perencanaan bangunan tahan gempa.
Perhitungan Tugas Akhir ini mengacu pada ketentuan yang berlaku di Indonesia sehingga hasil perencanaan diharapkan dapat memenuhi syarat standar struktur tahan gempa.Tugas Akhir ini guna mengetahui seberapa besar perbedaan hasil perhitungan struktur tahan gempa pada bangunan Gedung Kuliah Umum UII Yogyakarta, dengan menganalisis portal As-4 berdasarkan perhitungan struktur tahan gempa dengan menggunakan tingkat daktilitas-3, beban gempa dihitung berdasarkan metode statik ekivalen dengan mengacu pada Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung SKBI 1.3.53.1987, kuat tekan beton 25 MPa, tegangan leleh baja untuk tulangan lentur 400 MPa, tegangan leleh baja untuk tulangan geser 240 MPa dan perancangan elemen struktur mengacu pada SK SNI T-15-1991-03.
Hasil perencanaan berupa dimensi elemen struktur balok, kolom, beserta penulangannya. Dengan mengunakan dimensi awal pada perencanaan Daktilitas - 3, dimensi awal masih aman, penulangan balok B1, tulangan lentur tumpuan sama dengan perencanaan awal, tulangan geser boros 31%, penulangan lentur lapangan hemat 11%, tulangan gesernya sama dengan perencanaan awal, penulangan balok B3, penulangan lentur tumpuan hemat 5%, tulangan geser boros 41%, penulangan
lentur lapangan hemat 29%, tulangan geser boros 3%. penulangan balok B4, tulangan lentur tumpuan sama dengan perencanaan awal, tulangan geser lebih
boros 41%, penulangan lentur lapangan hemat 20%, tulangan geser lebih boros 18%. penulangan balok B12, penulangan lentur tumpuan hemat 22%, tulangan
geser lebih boros 51%, Penulangan lentur lapangan hemat 38%, tulangan geser lebih boros 18%, penulangan momen lentur kolom K1 lebih boros 45% dari
perencanaan awal sedangkan penulangan momen lentur kolom K4 sama dengan perencanaan awal. Berdasarkan hasil perencanaan untuk joint balok kolom luar
memerlukan tulangan vertikal 2D22, tulangan horizontal memerlukan 6 lapis, sedangkan untuk joint balok-kolom dalam memerlukan tulangan vertikal 2D22,
tulangan horizontal membutuhkan 18 lapis.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain