PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI STARBIT E-55 PADA CAMPURAN AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE) DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS
INTISARI
Penggunaan aspal modifikasi dalam campuran beton aspal diharapkan dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan dari aspal minyak (penetrasi 60/70) dan eningkatkan kemampuan perkerasan jalan dalam menahan beban lalu-lintas. Penelitian laboratorium dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat aspal Starbit E-55 dan membandingkannya dengan aspal Pertamina penetrasi 60/70.
Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik teknis dan analisis ekonomis aspal penggunaan aspal Starbit E-55 dalam campuran Beton Aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dibandingkan dengan aspal Pertamina penetrasi 60/70. Penelitian meliputi penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Penelitian
pendahuluan meliputi penelitian kualitas aspal dan kualitas agregat. Agregat yang digunakan adalah agregat dari clereng. Gradasi agregat campuran menggunakan
gradasi ideal campuran AC-WC untuk meminimalisir pengaruh agregat terhadap hasil uji marshall campuran AC-WC. Penelitian lanjutan dilakukan dengan metode
marshall untuk mengetahui karakteristik teknis kedua jenis aspal dan untuk mengetahui kadar aspal optimum yang digunakan dalam campuran. Spesifikasi yang
digunakan adalah Spesifikasi umum Depkimpraswil Tahun 2002.
Berikut ini hasil dari penelitian penggunaan aspal modifikasi Starbit E-55 pada campuran Asphalt AC-WC (Concrete-Wearing Course) ditinjau dari aspek teknis dan ekonomis. Pada penelitian kualitas aspal untuk aspal pertamina penetrasi 60/70 didapatkan berat jenis 1.028, penetrasi 78.5, titik lembek 44, titik nyala 322, Kelarutan dalan CCL4 99.52, Kelekatan aspal terhadap batuan 85.6 dan daktilitas >100. Pada penelitian kualitas aspal untuk aspal Starbit E-55 didapatkan berat jenis 1.05, penetrasi 54.5, titik lembek 48.6, titik nyala 264, Kelekatan aspal terhadap batuan 86 dan daktilitas >100. Kadar aspal optimum campuran AC-WC dengan aspal Pertamina penetrasi 60/70 adalah 7.15 % dan kadar aspal terhadap campuran 6.70%, sedangkan dengan aspal Starbit E-55 adalah 6.5 % dan kadar aspal terhadap
campuran 6.1%. Pada kadar aspal optimum, campuran dengan aspal Pertamina penetrasi 60/70 dan aspal Starbit E-55 didapatkan karakteristik marshall berturutturut
sebagai berikut. Density 2.250 gram/cc , 2.325 gram/cc, VFWA (Voids Filled With Asphalt) 74% , 71%, VITM (Voids in the Mix) 5.3% , 5.6%, Stabilitas 960 Kg ,
985 Kg, Flow 4.5mm , 4mm, Marshall Quotiens 205 Kg/mm , 245 Kg/mm. Kebutuhan aspal Pertamina penetrasi 60/70 adalah 68 Kg/ton dengan harga Rp. 408.000,00, kebutuhan aspal Starbit E-55 adalah 61 Kg/ton dengan harga Rp. 478.240,00 sehingga lebih ekonomis menggunakan aspal pertamina penetrasi 60/70. Aspal Starbit E-55 mempunyai sifat teknis yang lebih baik dibandingkan dengan aspal Pertamina penetrasi 60/70 dan cocok digunakan didaerah yang relatif panas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain