KURVA INTENSITAS DURASI DAN FREKUENSI (IDF) DI KABUPATEN KULON PROGO BERDASARKAN ANALISIS CURAH HUJAN
INTISARI
Perencanaan saluran drainase, bendungan, dan lain-lain memerlukan data masukan curah hujan. Perhitungan debit banjir rencana dengan metode rasional untuk perancangan bangunan hidrologi memerlukan data intensitas hujan dalam durasi dan periode ulang tertentu yang dapat diperoleh dari kurva Intensitas Durasi dan Frekuensi (IDF). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis curah hujan dengan membuat kurva IDF yang baru di Kabupaten Kulon Progo. Dengan pembuatan kurva IDF diharapkan dipakai sebagai dasar untuk menghitung kapasitas debit hujan maksimum dan menghitung banjir rencana. kurva IDF dapat digunakan untuk perencanan DAS, perencanaan saluran drainase dan untuk perencanaan bangunan hidrologi di Kabupaten Kulon Progo.
Penelitian ini menggunakan data curah hujan harian di Kabupaten Kulon Progo dari tahun 1995 sampai tahun 2007. Tahapan dalam penelitian ini adalah menghitung hujan daerah dengan metode polygon Thiesen, menetukan jenis distribusi yang sesuai untuk menghitung hujan rancangan dengan kala ulang 2, 5 , 10 tahun dan 100 tahun, kemudian menghitung intensitas hujan untuk menggambar kurva IDF.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan rata-rata maksimum harian di Kabupatan Kulon Progo dengan metode polygon Thiessen dari tahun 1995 sampai tahun 2007 sebesar 102,81 mm; 74,02 mm;49,62 mm; 85,82 mm; 53,92 mm; 79,94 mm; 49,73 mm; 39,58 mm; 59,36 mm; 42,41 mm; 116,89 mm; 39,95 mm; 49,47 mm. Pola distribusi curah hujan harian maksimum di Kabupaten Kulon Progo mengikuti distribusi log normal. Berdasarkan analisis frekuensi untuk curah hujan rerata maksimum harian di Kabupaten Kulon Progo dari tahun 1995 sampai tahun 2007 ternyata intensitas hujan rancangan untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 100 tahun adalah 60,94 mm, 82,53 mm, 96,74 mm, 141,33 mm Setelah dilakukan penggambaran, kurva IDF Kabupaten Kulon Progo untuk kala ulang 2, 5, 10 dan 100 tahun dengan rumus mononobe mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 353,7850 t -0,6667, I5 = 479,1250 t -0,6667, I10 = 561,6206 t -0,6667 , I100 = 820,4862 t - 0,6667. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Talbot untuk kala ulang 2, 5,10 dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 358,848 t -0,6449, I5 = 485,982 t -0,6449, I10 = 569,6584 t -0,6449 , I100 = 832,2289 t -0,6449. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Sherman untuk kala ulang 2, 5, 10 dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 337,154 t -0,6539, I5 = 456,677 t - 0,6539, I10 = 707,715 t -0,6539 ,I100 = 782,045 t -0,6539. Kurva IDF Kabupaten Sleman dengan rumus Ishiguro untuk kala ulang 2, 5, 10 dan 100 tahun mempunyai persamaan garis lengkung I2 = 317,856 t -0,7095, I5 = 429,172 t -0,7095, I10 = 502,448 t -0,7095 ,I100 = 732,405 t -0,7095.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain