Skr - TS
STUDI EVALUASI PEMBANGUNAN PEMECAH GELOMBANG GLAGAH SISI BARAT KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
INTISARI
Di pantai Glagah, bermuara sungai Serang. Muara sungai Serang dapat dimanfaatkan sebagai alur pelayaran, dan untuk melindungi alur pelayaran tersebut perlu dibangun pemecah gelombang yang ditempatkan di kedua sisi mulut sungai. Yang sekarang terjadi pada bangunan pemecah gelombang sisi barat adalah air laut melimpas hampir setiap hari pada bangunan tersebut sehingga mengakibatkan kerusakan pada ujung (head) pemecah gelombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dengan pembangunan pemecah gelombang Glagah dan untuk mengetahui penyebab kerusakan bangunan pemecah gelombang Glagah sisi barat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan bangunan pemecah gelombang Glagah sudah sesuai dengan karakteristik pantai selatan dan dalam pembangunan pemecah gelombang Glagah, dimensi bangunan serta material yang digunakan apakah sudah sesuai dengan perencanaan. Penelitian ini didasarkan pada data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus Hudson sesuai dengan peraturan perencanaan bangunan pemecah gelombang.
Dari analisis yang telah dilakukan pada perencanaan terdapat perbedaan dalam penentuan kala ulang gelombang. Dalam perencanaan penentuan kala ulang yang dipakai adalah kala ulang 30 – 40 tahun dengan gelombang desain (Hd) = 4,5 m. Penentuan kala ulang yang dipersyaratkan untuk bangunan pemecah gelombang adalah 50 - 100 tahun, dengan demikian tinggi gelombang desain yang di pakai adalah gelombang desain (Hd) = 5,0 meter. Perbedaan penentuan tersebut mengakibatkan perbedaan elevasi perencanaan +6 m, menurut analisis elevasi yang diperoleh adalah +8,18 m. Berat lapis lindung dalam perencanaan untuk lengan bangunan pemecah gelombang adalah 3,5 ton dan untuk ujung adalah 7 ton. Analisis berat lapis lindung dengan rumus Hudson untuk lengan bangunan pemecah gelombang Glagah adalah 7 ton, sedangkan untuk ujung adalah 9 ton. Lebar puncak menurut perencanaan adalah 4 m, sedangkan dalam analisis adalah 5 m.
Terdapat perbedaan dalam perencanaan dengan analisis. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh kekurangan penentuan dalam hal perencanaan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain