Skr - TS
PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PERBANDINGAN CAMPURAN BERDASARKAN SNI-DT-91-0008-2007
INTISARI
Kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya. Sifat material penyusun yang cukup berperan ialah kadar air agregat. Hal ini akan mempengaruhi nilai
faktor air semen yang mengakibatkan perubahan mutu beton. Dalam SNI DT-91-0008- 2007 tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan dan perumahan sudah ditetapkan indeks harga satuan pekerjaan beton dalam berbagai mutu beton dengan perbandingan campuran tertentu, tetapi tidak disebutkan berapa besar pengaruhnya jika campuran tersebut menggunakan agregat yang memiliki kadar air yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh kuat tekan beton dari penggunaan agregat kondisi basah, SSD dan kering dengan perbandingan campuran berdasarkan SNI DT-91-0008- 2007 tersebut.
Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan semua bahan yang akan digunakan, kemudian dipakai perbandingan campuran beton yang ditetapkan sesuai SNI DT-91-0008- 2007 dengan slump 12±2 dan variasi mutu beton yang direncanakan f’c 7,4 MPa (K-100) ; f’c 9,8 MPa (K-125); f’c 14,5 MPa (K-175); f’c 19,3 MPa (K-225) ; f’c 24 MPa (K-275) masing-masing menggunakan agregat kondisi basah, jenuh kering muka dan kering udara. Pada pelaksanaan pembuatan beton dibuat benda uji berupa silinder beton dan dilakukan perawatan dengan cara perendaman benda uji ke dalam bak berisi air yang kemudian diuji kuat tekan setelah umur 28 hari.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beton yang dibuat dengan campuran agregat dengan kondisi kering udara selama masih bisa dipadatkan dengan baik
memiliki kuat tekan 7,64% - 34,18% lebih tinggi dibanding beton yang dibuat dengan agregat kondisi SSD, sedangkan beton yang dibuat dengan agregat kondisi basah memiliki kuat tekan 2,63% - 36,82% lebih rendah dibanding beton yang dibuat dengan kondisi SSD. Slump yang dihasilkan dari beton dengan agregat kering udara berkisar 5,3-12,9 cm, sedangkan dengan agregat SSD antara 11,0-15,8 cm dan agregat basah antara 15,1–17,2 cm.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain