Skr - EA
MANAJEMEN LALU LINTAS KAWASAN UNTUK MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS STUDI KASUS JALAN AFFANDI YOGYAKARTA
INTISARI
Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat. Pertumbuhan kota Yogyakarta yang pesat tentunya berimplikasi ke sektor transportasi di kota tersebut. Jalan Affandi merupakan salah satu jalan di Yogyakarta yang mempunyai tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi karena sepanjang Jalan Affandi merupakan kawasan perdagangan, kawasan pendidikan, dan kawasan pertokoan. Pada sisi selatan jalan Affandi terdapat sebuah pasar. Pasar tersebut tersebut mempunyai lahan parkir yang sempit sehingga banyak menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas pada jam – jam sibuk. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui volume lalu lintas (VLL) sebagai data dasar untuk mengetahui kapasitas (C) serta derajat kejenuhan (DS) pada ruas Jalan Affandi sisi selatan serta memperoleh alternatif pemecahan masalah kemacetan di ruas Jalan Affandi sisi selatan. Penelitian ini menggunakan manajemen lalu lintas kawasan dalam upaya mengurai masalah kemacetan pada ruas Jalan Affandi sisi selatan. Ada beberapa skenario dalam pemecahan masalah kemacetan pada ruas Jalan Affandi yaitu: pengalihan arus kendaraan melalui Jalan Kompleks Colombo, Pengalihan arus melalui Jalan Cendrawasih, Pelebaran jalan dengan mengurangi ukuran median jalan dan yang terakhir melakukan pengalihan parkir Pasar Demangan. Penelitian menggunakan data survey kendaraan yang dilakukan pada beberapa ruas jalan yaitu: Jalan Affandi, Jalan Kompleks Colombo, Jalan Cendrawasih dan Jalan Demangan Baru. Hasil analisis menujukkan bahwa volume total lalu lintas kondisi eksisting Jalan Affandi sisi selatan adalah 3085 smp/jam. Derajat kejenuhan maksimum yaitu 0,61. Panjang antrian simpang Jalan Affandi sepanjang 160 m dengan jumlah kendaraan yang antri sebanyak 35 mobil penumpang. Untuk mengurangi besarnya DS yang ada di ruas Jalan Affandi, maka perlu adanya Manajemen Lalu Lintas Kawasan. DS setelah adanya manajemen lalu lintas adalah 0.31. Skenario terbaik setelah adanya manajemen lalu lintas kawasan adalah pengalihan arus menuju Jalan Laksda Adi Sutjipto melalui Jalan Cendrawasih.
Kata kunci : Kapasitas, Manajemen Lalu Lintas, Kemacetan Lalu Lintas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain