PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skr - TS

KURVA INTENSITY DURATION FREQUENCY (IDF) STASIUN HUJAN PRUMPUNG KABUPATEN SLEMAN

Wahyudi, Sigit - Nama Orang;

INTISARI

Hujan merupakan komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan diantaranya adalah intensitas (I), durasi (t), kedalaman (d), dan frekuensi (f). Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva Intensity Duration Frequency (IDF) atau kurva lengkung hujan. Penelitian ini berjudul Kurva Intensity Duration Frequancy (IDF) Stasiun Hujan Prumpung Kabupaten Sleman, Penelitian ini bertujuan untuk : Penentuan metode intensitas hujan yang sesuai dengan karakteristik stasiun penakar hujan Prumpung dan Mendapatkan kurva lengkung hujan atau kurva IDF dari data hujan stasiun Prumpung. Penelitian ini menggunakan data hujan durasi pendek atau jam-jaman di stasiun Prumpung tiap durasi waktu hujan 60, 120, dan 180 menit dari tahun 1991 sampai tahun 2010. Pemilihan seri data dengan metode maksimum annual series dilakukan dengan mengambil satu data maksimum setiap tahun, yang berarti jumlah data dalam seri akan sama dengan panjang data yang tersedia. Analisis frekuensi digunakan untuk menghitung besaran hujan rancangan. Analisis frekuensi dari data hujan tersebut menggunakan program Analisis Frekuensi dengan software Visual Basic Application Excel (Maftuh,2000). Selanjutnya perhitungan intensitas hujan dengan menggunakan tiga metode yaitu metode Talbot, metode Sherman dan metode Ishiguro. Uji peak-weight root mean square untuk memilih metode yang sesuai dengan karakteristik Stasiun Prumpung dengan memilih nilai z terkecil dari setiap metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk jenis distribusi yang paing sesuai adalah Log- Person III, dan kala ulang 10 dan 100 tahunan rumus intensitas hujan yang paling sesuai untuk stasiun Prumpung adalah metode Talbot, Persamaan intensitas hujan yang didapat untuk kala ulang 10 tahunan adalah I=28664,817x(t +201,379)-1 dan 100 tahunan adalah I =30290,521 x (t + 73,538)-1

Kata Kunci : Intensitas Hujan, Lengkung hujan, stasiun hujan Prumpung.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
627 Wah k
Penerbit
Yogyakarta : UJB - Fak. Teknik / Teknik Sipil., 2013
Deskripsi Fisik
vii+ 48hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
627
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • KURVA INTENSITY DURATION FREQUENCY (IDF) STASIUN HUJAN PRUMPUNG KABUPATEN SLEMAN
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik