Skr - TM
PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR TIPE INJEKSI
ABSTRAK
Salah satu alat transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia ialah sepeda motor, namun besarnya populasi sepeda motor di Indonesia menyebabkan sepeda motor memiliki peran yang besar dalam hal penyebab polusi udara. Pada kurun waktu sampai dengan 2010 populasi sepeda motor mencapai 50.824.128 juta unit dengan jumlah sepeda motor di jalan rata-rata mencapai 60 hingga 65 % (AISI, 2010). Sepeda motor tersebut menghasilkan emisi gas buang yang memiliki dampak tehadap kualitas udara. Penelitian ini menggunakan motor tipe injeksi dengan dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan yang berbeda, pertamax beroktan 92 dan pertamax plus beroktan 95, kemudian diberikan perlakuan variasi putaran mesin mulai dari 1600 rpm, 3000 rpm, 5000 rpm, 7000 rpm dan 9000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan pada saat kondisi idle kadar CO : 0,168 %; HC : 30,7 ppm; CO2 : 2,72 % untuk bahan bakar pertamax sedangkan untuk bahan bakar pertamx plus kadar CO : 0,118 %; HC : 15,2 ppm; CO2 : 4,05 %. Pada saat putaran mesin mencapai 9000 rpm kadar CO : 0,392 %; HC : 63,7 ppm; CO2 : 12,42 % untuk bahan bakar pertamax sedangkan untuk bahan bakar pertamax plus kadar CO : 0,201 %; HC : 41,2 ppm; CO2 : 13,46 %. Nilai oktan bahan bakar dan variasi putaran mesin mempengaruhi karakteristik emisi gas buang.
Kata kunci : Emisi gas buang, mesin injeksi, pertamax dan pertamax plus.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain