Skr - TS
EVALUASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN DAN BIAYA PERKERASAN JALAN NASIONAL DI DIY (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL GADING-GLEDAG)
Di Indonesia sering terjadi kasus dimana suatu jalan sudah tidak lagi memenuhi
persyaratan konstruksi jalan. Hal tersebut dapat disebabkan karena berbagai
faktor, misalnya: beban yang dipikul jalan terlalu berat (melebihi kapasitas jalan),
frekuwensi kendaraan yang lewat terlau padat, atau bisa juga disebabkan oleh
penggunaan material penyusun konstruksi jalan yang tidak sesuai dengan
spesifikasi yang ditentukan oleh perencana. Tujuan yang ingin dicapai pada
penelitian ini adalah untuk menentukan tebal perkerasan yang sesuai dengan
kondisi jalan, serta menganalisis biaya yang diperlukan untuk membangun jalan
tersebut.
Data-data yang digunakan dalam pembahasan tugas akhir ini berupa data LHR,
curah hujan, CBR dan pertumbuhan lalu lintas yang didapat dari Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai
Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah
Provinsi D.I. Yogyakarta. Data tersebut dianalisis hingga dapat digunakan untuk
menghitung tebal lapis perkerasan menggunakan metode analisis komponen.
Selain itu diperlukan juga data harga satuan pekerjaan untuk menentukan
besarnya rencana anggaran biaya yang diperlukan dengan menggunakan metode
analisis BOW dengan mengacu Pergub SHBJDIY No.45 Tahun 2015 dan
Peraturan Mentri Pekerjaan Umum No.15/KPTS/M/2004, sebagai pedoman
perhitungan formula sewa peralatan.
Dari studi ini didapatkan susunan tebal lapis perkerasan untuk lapis permukaan
AC-WC setebal 4 cm, lapis permukaan AC-BC 6 cm, lapis laston atas 7,5 cm,
lapis pondasi atas (LPA) setebal 20 cm dan untuk lapis pondasi bawah (LPB)
setebal 30 cm. Diketahui tebal perkerasan antara hasil studi dengan konsultan
perencana tidak ada perbedaan. Untuk anggaran biaya pekerjaan lapis permukaan
laston AC-WC Rp.829.649.213,00, lapis permukaan laston AC-BC
Rp.1.244.347.816,00, lapis permukaan laston atas (LPA) Rp.280.374.515,00, lapis
pondasi atas Rp.225.800.693,00, dan lapis pondasi bawah (LPB)
Rp.300,111.796,00. Adanya perbedaan dalam biaya setiap lapis pekerjaan, karena
hasil studi ini menggunakan metode analisis BOW, sedangkan konsultan
perencana menggunakan metode analisis SNI.
Kata kunci : Jalan Nasional Gading-Gledag, Analisis BOW, Analisis Komponen.
| 2/TS/Perp-UJB/IV/16 | 625.7 NUG e | R - Referens | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Tidak tersedia versi lain