PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skr - TS

ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI CILACAP MENGGUNAKAN PROGRAM GENESIS 3.0

WAHYU EKA PURNAMA - Nama Orang;

Daerah Pesisir di Kabupaten Cilacap merupakan kawasan pariwisata,
industri, pemukiman dan juga tambak. Masalah yang mendasar untuk wilayah
pesisir adalah masalah perubahan garis pantai (shoreline changes). Perubahan
garis pantai ditandai dengan adanya suatu wilayah yang mengalami erosi
(pengikisan) dan suatu wilayah yang mengalami akresi (sedimentasi).
Dalam tugas akhir ini dilakukan prediksi perubahan garis pantai selama 10
tahun mendatang, objek penelitian berada di Pantai Selatan Cilacap dengan
panjang garis pantai kurang lebih 46 km, dan analisis dilakukan menggunakan
Program GENESIS 3.0. Pemodelan dilakukan dengan cara memasukkan data
berupa koordinat garis pantai x dan y, data gelombang meliputi tinggi, periode,
dan arah gelombang. Data gelombang diperoleh berdasarkan analisa data angin
yang diperoleh dari BMKG Maritim Cilacap yang berupa data angin rata-rata
harian dari tahun 2009-2013. Data angin diolah menjadi mawar angin (windrose).
Hasil output dari program GENESIS 3.0 berupa volume total transport
sedimen, besar perubahan garis pantai, dan prediksi posisi garis pantai. Total
volume sedimen yang tererosi sebesar -4,70.106 m3 dan total volume sedimen
yang terakresi sebesar 3,87. 106 m3. Terjadi Abrasi di kecamatan Nusawungu
sebesar 13.45 Ha, Kecamatan Binangun sebesar 2.22 Ha, Kecamatan Adipala
sebesar 49.11 Ha, Kecamatan Kesugihan sebesar 19.40 Ha, Kecamatan Cilacap
Utara sebesar 0 Ha, Kecamatan Cilacap Selatan 6.53 Ha. Terjadi Akresi di
kecamatan Nusawungu sebesar 2.57 Ha, Kecamatan Binangun sebesar 6.91 Ha,
Kecamatan Adipala sebesar 6.11 Ha, Kecamatan Kesugihan sebesar 2.97 Ha,
Kecamatan Cilacap Utara sebesar 5.03 Ha, Kecamatan Cilacap Selatan sebesar
53.79 Ha. Penanganan yang dapat dilakukan dalam mengatasi perubahan pantai
atau abrasi dapat dilakukan dengan membangun jetty untuk wilayah yang terabrasi
di sekitar muara sungai. Seperti pada muara sungai Kali Ijo dan di muara sungai
Serayu. Pembangunan seawall, groin dan breakwater dapat digunakan untuk
mencegah erosi yang terjadi di sepanjang pantai.

Kata Kunci : Pesisir, Pantai Selatan Cilacap, Windrose, GENESIS3.0, Abrasi,
Akresi.


Ketersediaan
16/TS/Perp-UJB/IV/16005.43 PUR aR - ReferensTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
005.43 PUR a
Penerbit
Yogyakarta : UJB - Fak. Teknik., 2016
Deskripsi Fisik
xv.,174h.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
005.43
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik