<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29355">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT KEPADA KELOMPOK MASYARAKAT DENGAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Yusuf/Alumni TI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Jurusan Teknik Informatika Universitas Janabadra Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skr - TI</form>
  <extent>xv; 101 hlm; Ilus.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan pemberian kredit kepada nasabah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Karena apabila pemberi kredit salah dalam pengambilan keputusan dapat mengakibatkan kerugian. Sebagai contoh di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Salam.&#13;
UPK DAPM Kecamatan Salam adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan pengelolaan kredit berdasarkan prinsip-prinsip pemberdayaan yang pelaksanaan kegiatannya tidak menggunakan jaminan/ agunan, tetapi menggunakan sistem tanggung renteng. Tanggung renteng adalah ikatan perjanjian dan tangggung jawab dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan kredit secara bersama-sama.&#13;
Makin banyaknya para calon nasabah yang mengajukan kredit dengan kondisi ekonomi yang berbeda – beda, menuntut kejelian dalam pengambilan keputusan pemberian kredit. Sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik bagi pihak UPK dan pihak pemohon kredit, untuk itu digunakanlah metode Analytic Hierrarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) yang mengkomposisi suatu masalah kompleks dan multikriteria kedalam suatu tatanan hierarki, yang mana dalam setiap tingkatan dapat diisi dengan elemen tertentu.&#13;
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit dibuat dengan tujuan membantu dan mempermudah pihak pengambil keputusan memberikan alternatif-alternatif dalam hal diterima atau tidaknya pengajuan kredit oleh pemohon kredit. Selain itu, Sistem Pendukung Keputusan ini juga membantu pihak UPK dalam melihat prioritas perangkingan untuk didanai dari proposal yang sudah diajukan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, AHP, SAW, Kredit.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ahmad Yusuf</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pemrosesan data, ilmu komputer, ilmu informatika</topic>
 </subject>
 <classification>658.403</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JANABADRA JL. Tentara Rakyat Mataram No. 55 - 57 Yogyakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>658.403 Ahm s/16</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9/TI/Perp-UJB/X/2015</numerationAndChronology>
    <sublocation>R - Referens</sublocation>
    <shelfLocator>658.403 Ahm s/16</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29355</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-13 11:30:03</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-02-13 11:30:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>